Minggu, 03 Desember 2017

Benarkan Saudi Merayakan Maulid ? Inilah Yang Sebanarnya

Bantahan kepada Oknum Ustadz Aswaja yang mengatakan di saudi mengatakan Maulid. Karena beberapa hari lalu sebuah Fanpage PPMI Madinah membuat postingan yang mengejutkan kaum Aswaja dengan isi sebagai Berikut :

Arab Saudi Merayakan Maulid Nabi ?

Sehubungan dengan adanya berita yang beredar bahwa negara Arab Saudi menjadikan hari libur nasional untuk memperingati maulid Nabi Muhammad _Shallallahu ‘alaihi wasallam._

Berikut rangkuman berita PPMI Madinah, secara langsung dari kota Madinah Al munawaarah.

https://m.youtube.com/watch…


Di Konfirmasi langsung bahwa di Saudi tidak ada perayaan Maulid seperti di indonesia yang beberapa waktu lalu di sebutkan oleh Dai Aswaja yang mengatakan tuduhan tersebut.

Sumber : Facebook

 

Tokoh Salafi Ustadz M. Arifin Badri bahas Masalah Persatuan Umat di Akun Facebooknya

Di saat komunis, syi'ah dan kaum kuffar berusaha mengadu domba anda agar berkonfrontasi dengan berbagai kelompok ummat Islam, teman teman mantan 212, atau ormas ormas yang ada semisal NU, Muhammadiyah, Al Irsyad, atau lainya. Agar ketika saatnya nanti, ringan bagi komunis, syi'ah dan kaum kufar untuk menumpas siapapun yang tersisa.

Menurut anda, dalam kondisi seperti ini, apa yang harus anda lakukan?

1. Tetap cakar cakaran sesama ummat Islam, demi mempertahankan kebenaran yang spesial hanya ada pada anda, dengan segala resiko sampaipun akhirnya musuh bersama dengan mudah menghancurkan semua ummat Islam apapun paham dan amaliyahnya.

2. Berusaha merubah strategi dalam menyelesaikan perbedaan internal ummat, agar benteng tempat berlindung bersama tidak roboh, dan berupaya untuk berkonsolidasi menyusun kekuatan bersama, untuk bisa menumpas atau mengalahkan musuh bersama.

Izinkan saya menggambarkan: bila anda memiliki rumah yang bocor gentingnya, lantainya kotor sekali, temboknya retak, berbau, istri anda males membersihkan rumah, anak anda kecil kecil hobi membuat isi rumah berantakan. Sedangkan di luar rumah terdapat puluhan singa, harimau dan buaya yang siap menerkam siapapun dari anggota keluarga anda. Dalam kondisi seperti ini, apakah anda akan memaksakan diri untuk merenovasi rumah, dengan segala resiko, termasuk anak anak anda diterkam harimau dan keluarga anda diganyang buaya?

Bukalah mata saudaraku! komunis mulai meringis menampakkan gigi taringnya, syi'ah berbekal nikah mut'ah mengobral pahamnya, dan kaum kuffar dengan segala potensinya, mulai bersatu untuk mencabik cabik negri kita tercinta.

Silahkan dakwahkan akidah anda, silahkan dakwahkan sunnah anda, bahkan segera dakwahkan, namun harapan saya hindari konfrontasi terbuka dengan teman satu rumah. Tanpa ada maksud meremehkan berbagai noda, sampah dan masalah yang ada di internal rumah sendiri, tetapi harapannya jangan menambah runyam masalah yang sudah banyak.

Bila satu metode mendakwahkan tauhid anda, dapat membuka konfrontasi terbuka, maka alangkah bijaknya bila anda memilih opsi dan strategi lainnya yang lebih soft dan lebih efektif dan lebih kecil gesekannya.

Kemenangan ummat Islam di DKI dalam menjungkalkan si mulut besar, menjadi momok yang sangat mereka takuti. Karena itu secara masif mereka kini berusaha mengocok dan mengadu domba ummat Islam.

Disampaing mengadu, mereka juga gencar mencari kambing berwarna hitam, untuk dijadikan "senjata" menyudutkan umat Islam, termasuk mengkader calon calon "pengantin baru", yang akan dikawinkan pada waktu yang tepat.

Ya Allah satukanlah ummat Islam dengan akidah yang benar dan sunnah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Jauhkan ummat Islam dari perpecahan yang hanya melemahkan kekuatan dan memporak porandakan barisan. Ya Allah lindungilah ummat Islam dari kejamnya makar makar musuh musuh agama-Mu. Amiin.

Oleh : Dr. Muhammad Arifin Badri
Sumber : Facebook

 

Minggu, 12 November 2017

KONFLIK SURIAH: Bantahan Terhadap Fans Assad Dan Pembenci Wahabi

Tulisan ini saya posting karena masih relevan untuk membantah mereka yang mengatakan bahwasanya konflik yang terjadi di Suriah di dalangi oleh kaum Wahabi. SIMAK!

Oleh habib Malikul Amin Teuboh

KONFLIK SURIAH

Pada dasarnya konflik di Suriah tidak bisa dipisahkan dari pergolakan tanah Arab yang dikenal sebagai Arab Spring dimana dimulai dari Tunisia dan sekarang berada di Suriah juga Yaman. Banyak orang kurang info berkata bahwa Arab Spring adalah konspirasi USA. Ini klaim yang sangat salah dan absurd. Kita akan bahas satu persatu sampe ke Suriah.

1. Tunisia

Tunisia merupakan sebuah negara di Afrika Utara yang kita kenal sebagai Maghreb. Arab Spring dimulai dengan pembakaran diri seorang tukang buah yang mana dia melakukan itu karena protes terhadap kemiskinan di Tunisia. Cara ini jelas salah dalam Islam (membakar diri). Kejadian itu membuat semua rakyat Tunisia marah terhadap Ben Ali (presiden Tunisia).

Komposisi rakyat Tunisia bukanlah mayoritas Wahabi melainkan Sufi. Rakyat ini marah pada Nen Ali yang dikenal korup dan memperkaya diri keluarganya. Efek dari kejadian ini Ben Ali lengser kemudian minta suaka ke Saudi. Padahal ketika berkuasa Ben Ali melarang semua buku agama dari Saudi. Lucu kan gan ? Dan harap diingat Ben Ali ini sekutu USA. Pada jamannya dibentuk satuan pangkalan intelligent USA di kenal sebagai Africom (African Command). Jadi apa mungkin sekutu menjatuhkan sekutu ?

Tidak mungkin, malah USA membela Ben Ali dengan Plan A-Z yaitu pengadaan pemilu dsb walau kelompok Ben Ali mengatakan USA yang mau menjatuhkan mereka. Itu biasa toh Soeharto berkata begitu juga, Pdahal Julukan Smiling General itu dikasih USA.

Dalam hal ini kita bisa tarik kesimpulan apa yang terjadi di Tunisia murni gerakan rakyat yang sudah jenuh pada pemerintahannya.

Baru ada konspirasi USA ketika kelompok Ikhwanul (Gabungan faksi Islam yang di dalamnya ada Sufi, Bahkan bisa di katakan Sufi semua karena di Tunisia hampir semua Sufi) berkuasa. Ketika itulah didakan tembak kiri dan kanan yang membuat pemilu di percepat sehingga kelompok Ikwan meninggalkan suara mayoritasnya di parlemen untuk menghindari pertumpahan darah seperti di Mesir.

2. Mesir

Penguasa Mesir yang di gulingkan oleh rakyatnya (Mubarak) adalah sekutu USA dan Israel dimana dia menandatangani perjanjian Camp David yang akhirnya berujung pembukaan kedutaan Israel di Mesir dan dibukanya keran pipa gas Mesir ke Israel. Mubarak berkuasa setelah Anwar Sadat tewas terbunuh. Selama berkuasa dia memerintah dengan hukum darurat alias tidak ada pemilu serta partai tunggal. Selama puluhan tahun berkuasa dia membangun emperium bisnis yang mengeruk harta rakyatnya dimana ini membuat Mesir menjadi salah satu negara Arab termiskin.

Namun Mubarak dan Jamal Mubarak kaya sekali sampe punya castle di Inggris. Rakyat turun kejalan dan yang turun bukan lah orang Wahabi melainkan seluruh rakyat dari Sufi sampe Liberal. Gerakan Ikwanul Muslimin Mesir sendiri pada dasarnya banyak diikuti oleh Sufi (Aswaja), Lhawong syaikh Hasan Albana pada dasarnya adalah seorang Sufi (Mau bantah nee yang Aswaja ? Tanya sama pak Idrus Ramli).

USA berkawan dekat sama Mubarak dan militer Mesir mendapatkan bantuan 2 Milliar dollar pertahun dari USA sampe sekarang. Jadi apakah ini konspirasi Israel dan USA + Saudi dalam melengserkan Mubarak ?

Bukan, Melainkan rakyat Mesir sendiri karena rumus revolusi dalam ilmu sosial hanya 3 variabel yaitu : Rkyat tidak mau + Pemerintah tidak mampu + Asing tak mau menipu lagi (kepentingannya sudah selesai).

3. Masuk pada Suriah

Setelah direbutnya Syam dari Utsmaniyah oleh Barat yang lalu membagi Syam menjadi dua dibawah perjanjian Sykes and Piccot dengan komposisi : Suriah dibawah Perancis, Dan Trans Jordan dibawah Inggris ditambah wilayah khusus Palestina.

Setelah perjanjian diatas, Wilayah Suriah diberikan secara otonom pada kaki tangan Barat yaitu Feisal Ibn Husein dengan nama daerah Al-Mamlakah al-‘Arabīyah As-Sūrīyah. Namun kerajaan ini hanya berlangsung singkat karena diambil alih lagi oleh Perancis dan para Komunis. Orang-orang Sosialis juga tidak suka negara ini, Maka tukar guling negara ini adalah Iraq dan Transjordan yang akhirnya diberikan kepada keluarga Hasyemite (Syarief Mekkah) karena jasa mereka dalam menumbangkan Utsmaniyah (bisa di baca di arab revolt http://www.kinghussein.gov.jo/his_arabrevolt.html ---> website resmi pemerintahan Jordania yang beraliran Aswaja/SUFI).

Setelah kolapsnya kerajaan dan berada dibawah French Mandate, Terbentuklah UAR (United Arab Republic, Gabungan antara Mesir dan suriah di bawah Naser). Isi republik ini tidak lebih daripada Komunis yang malu-malu, Yaitu Komunis yang malas sholat namun kalo mati minta disholati, Namun tidak mau takluk pada syariat Allah.

Pada tahun 1963 terjadi kudeta yang membuat republik ini bubar dan menjadi Syria (nama sekarang), Dengan salah satu pelaku adalah bapaknya Bashar Al assad yaitu Hafedz Al Assad.

Assad sendiri Baathist tulen (Ideologi karbitan Michel Alfaq). Ideologi Baathist merupakan wujud sinkertisme seluruh ajaran Kiri + Nasionalis, Dimana ajaran ini sudah pasti sekuler. Setelah kudeta, Hafedz mendapatkan posisi mentereng yaitu komandan regional yang tugasnya memonopoli kekuatan militer hanya di tangan kaum Baatist. Setelah itu kariernya menanjak sampai menjadi presiden.

Naiknya Hafedz menjadi presiden mendapat penentangan dari mayoritas rakyat Syria karena Hafedz berasal dari suku minoritas Alawite (Nushairiyah), Yang mana Alawite ini suku yang tidak disukai. Sialnya, Bagi kaum Muslim, Alawite tidak dianggap muslim, Dan bagi kaum Syi'ah juga tidak dianggap Syi'ah.

Baru tahun 80 an Syi'ah Imamiyah melalui mufti Lebanon dari gerakan Amal (cikal bakal Hizbullat) memasukkan Alawite (alias Nushariyah) sebagai salah satu cabang Syi'ah.

Naiknya Hafedz menjadi presiden Syria membuat kronisme baru. Kalau jaman UAR hanya berupa monopoly Baathist, Tapi sekarang Baathist yang dimonopoli oleh Nushriyah dan keluarga serta suku nya Asad yang memegang seluruh sektor vital negara.

Contohnya adalah Rifat Asad (saudara Asad) yang di tunjuk menjadi penguasa BUMN Suriah, Atau menantu Hafedz yang di tunjuk menjadi Kepala Militer unit Penjaga revolusi, Dan sebagainya
Perbuatan ini membuat gap sosial antara mayoritas muslim dan minoritas Alawite. Pada masa itu mayoritas muslim hanya menjadi orang miskin, Hidup di perkampungan, Dsb. Sdangkan Alawite menjadi orang kaya. Mayoritas muslim susah mendapatkan akses pada kekuasaan sedangkan Alawite sangat mudah.

Ibaratnya bagaimana perasaan orang Aceh, kalau dipimpin sama orang Alas (Kuta cane) dan semua jabatan birokrasinya di pegang mereka ? Ya pasti ngamuk, Lhawong masjid dipegang Muhammadiyah aja langsung pada ngamuk (Ini fakta soskal jadi ndak usah dibantah).

Setahun setelah Hafedz naik, Kaum muslim makin tenggelam dalam kemiskinan. Pada saat itu kaum muslim beralih kepada Ikwanul Muslimin, Gerakan Islamiyun yang anti segala bentuk Komunisme, Liberalisme dan segala variantnya (IM suriah itu Sufi Loch). Gerakan anti Hafedz dan Baathist makin bertambah dikarenakan perbuatan rezim Suriah di Jordania yang ingin menumbangkan kerajaan Jordania yang di pimpin oleh keturuanan Syarief Mekkah (Peristiwa Black september).

Lalu terjadilah peristiwa Hamma : Puluhan ribu rakyat Suriah (Sunni/Aswaja) dipindah alamkan oleh gerombolan Asad hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Peristiwa ini tercatat dalam sejarah sebagai sebuah pembantaian besar oleh negara pada rakyatnya. Padahal rakyatnya cuman ingin kesetaraan ekonomi yaitu si miskin bisa berobat, Si miskin bisa beli roti dsb (Manusiawi kah pemerintahan seperti itu ?).

Sedangkan saya sebagai orang Aceh tulen melihat perilaku Jakarta pada rakyat Aceh pada jaman konflik saja saya sangat muak, Sedangkan apa yang terjadi di Suriah dulu dan sekarang, Ratusan kali lebih berat dari pada yang terjadi di Aceh kemarin.

Banyak orang yang buta hati dan kehilangan rasa kemanusiaan mengatakan konflik Suriah sekarang adalah setingan Wahabi, USA, Israel, Turki. Ini jelas pernyataan yang sangat lucu. Kenapa ? Karena Turki itu Sufi dan beberapa tahun lalu belum lama ini kapal mereka (Marvi Marmara) diserbu sama tentara Zionist.

Kan lucu omongan macam itu ?. Konflik Suriah dimulai oleh Arab Spring. Rakyat Suriah pada awal Arab Spring adalah masyarakat yang tertinggal dari negara Arab tetangganya dimana Bashar memimpin berdasarkan warisan dan tidak mencabut hukum darurat yang berlaku dari jaman ayahnya, Yang akibatnya tidak ada kebebasan, Tidak ada pemilu jurdil (Settingan semua macam jaman pak Harto), Tidak ada pilkada, Dan jangan harap ada TV yang menyiarkan acara seperti ILC.

Awal mula konflik Suriah adalah rakyat berdemo minta transisi melalui pemilu yang itu sama kejadianya seperti di Indonesia (ORBA). Bedanya, Bashar menjawabnya dengan membunuhi rakyatnya, Membom masjid, Menyerbu masjid dan memutilasi anak-anak (ini fakta). Malah saya menonton sendiri bagaimana prosesi pengeboman oleh Tentara Suriah pada sebuah pemakaman aktivis yang dibunuh tentara, Ketika masyarakat lagi mengarak keranda mayat kemudian dimortir
Apakah ini manusiawi ? Negara apa yang menodongkan senjatanya pada rakyatnya ?!

Sebagai orang Aceh saya melihat sendiri kejadian konflik waktu referendum kedua, Dimana anak-anak naik boat diberondong dari jembatan Peunayong oleh aparat dan saya sangat muak sampai menangis melihatnya. Dan hari ini saya melihat yang lebih parah di Suriah.

Demikianlah cikal bakal konflik Suriah, Bukannya konspirasi USA, Turki dan Israel. Malah yang betul Israel itu dekat sama Asad. Setelah Golan hilang, Asad mendapatkan Lebanon Utara sebagai kompensasi partisi Lebanon. Gantinya adalah Israel mendapatkan wilayah selatan. Baru setelah 2005 Asad / Suriah meninggalkan Lebanon Utara atas desakan PBB.

Konflik sektarian di Suriah bukan para pejuang yang menciptakan melainkan Asad sendiri dengan mengundang Iran dan Hizbullat. Raja Jordan sendiri (Abdullah ibn Husein) yang bilang Iran mau membuat bulan sabit Syi'ah di tanah Arab.

Sekedar info, Raja Husein ini Aswaja tulen loh...

Asad menggunakan pembelaan sektarian pada rezimnya dengan memakai mufti-mufti yang tidak jelas untuk melindunginya. Mufti seperti apa yang membiarkan rakyatnya di bantai ? Mufti itu menjual isu Wahabi sebagai dalang perlawanan. Ini berbeda dengan Khadafi yang memakai fatwa Wahabi untuk melindungi posisinya sampai minta fatwa syaikh yang gagal datang ke Jakarta tapi sama syaikh tersebut dicuekin.

Sangat lucu pejuang Suriah dibilang Wahabi padahal FSA (free Syirian Army) itu isinya Sufi, Sekuler, Kristen dan ada Nushairiyah juga. Pendiri Syriacare itu (Shaikh Ali Shabouni) adalah seorang Aswaja yang pernah datang ke Indonesia menerangkan “Cara pintar berdebat dengan Wahabi”. Apa beliau Wahabi juga ?

Terus apakah Turki itu juga Wahabi padahal kita tau Turki itu negeri Sufi, Kampungnya Jalaludin Rummi.

Jadi lucu sekali celotehan orang-orang buta informasi dan sejarah yg menuduh Wahabi dalang konflik di Suriah. Orang-orang yang di tuduh Wahabi baru datang ketika melihat pembantaian yang tidak berimbang oleh rezim Bashar di Suriah sebagai pembelaan terhadap saudara-saudaranya kaum muslimin terlepas apa madzhab mereka. Para Wahabi itu datang dari Eropa, Chechnya, Saudi, Mesir, Libya, Tunisia dan seluruh dunia. Malah mujahidin Afganistan pun ada di Suriah, Sedangkan kita tau mereka adalah Sufi Deobandi yang dijuluki sebagai Wahabi oleh Sufi Berlevi.

Jadi sangat jauh api dari panggang jika mengatakan konflik suriah di motori oleh Wahabi. Hanya orang-orang yang tidak bisa berpikir sebagai manusia bermoral yang mengatakan itu.

Selasa, 07 November 2017

Setelah Pengajian Ustadz Felix, Kini Pengajian Ustadz Bachtiar Nasir Mau di Bubarkan

Beberapa waktu lalu pengajian Ustadz Felix siaw di bubarkan oleh segerombolan ormas yang mengaku cinta NKRI  (Berita klik sini).

Kini sebuah fanpage dari WESAL TV Keluarga  melaporkan bahwa pengajian yang akan di selenggarakan di Garut akan di bubarkan oleh ormas yang mengatasnamakan PCNU kabupaten Garut. Pengajian tersebut rencananya akan di isi oleh Beberapa Ustadz, Seperti Ust. Bachtiar Nasir dan KH. Ahmad Sabri Lubis.

Selengkapnya seperti di bawah ini:


PENGAJIAN AKAN DILARANG (LAGI) DI GARUT, FPI CIREBON BEREAKSI 

Jangan sampai tujuan komunis mengadu domba tercapai. Saat satu diangkat terus menerus. . dibiarkan membubarkan pengajian, padahal mestinya yang membubarkan adalah aparat penegak hukum, bukan ormas. Maka akhirnya ada ormas lain yang bereaksi.

Sadarlah jangan mau dimanfaatkan dan sabarlah agar tidak mau diadu domba. Pada akhirnya yang rugi adalah kita semua.

Pemerintah dalam hal ini aparat harus mengambil peran yang semestinya, karena saat ia tidak terlalu "berfungsi" menegakkan aturan yang ada (membiarkan yang tidak melanggar hukum, melarang yang melanggar hukum) maka akhirnya pihak-pihak yang nggak ada hubungannya justru yang menjalankan fungsi tersebut; melarang atau membela suatu kegiatan. Dan ini sangat berbahaya. 

Juga bagi ormas Islam yang mengaku memerangi siapapun yang anti NKRI agar memulai dari yang sudah jelas jelas melawan NKRI seperti OPM di Papua, barulah silahkan memeriksa saudara sendiri.
Meninggalkan yang jelas melawan NKRI dan meributi saudara sendiri sesama ummat Islam adalah perbuatan yang dipertanyakan.


Subhaanallah. . entah mengapa di era ini terasa nggak keruan. Ancaman asing sangat terasa dan keadaan di dalam pun terasa kacau balau.

Rabu, 01 November 2017

RAJAWALI QURAISY: Drama Sejarah Islam, dan Sosok Pemimpin Era Bani Umayyah

Abdurrahman ad-Dakhil adalah peletak dasar bagi berdirinya Dinasti Bani Umayyah di Spanyol dan berkuasa selama 90 tahun.

Pada tahun 750 Masehi ketika Dinasti Abbasiyah melakukan pembunuhan terhadap keluarga Bani Umayyah, dia berhasil melarikan diri. Ad dakhil mengembara selama lima tahun melalui Palestina, Mesir,Afrika Utara, dan akhirnya berakhir di Spanyol. Berkali-kali ia terkepung oleh tentara Bani Abbas.

Dia mampu menguasai Spanyol setelah mengalahkan Yusuf al-Fihri, gubernur Andalusia (nama Spanyol waaktu dulu) saat itu.

Masa pemerintahannya dikenal oleh para ahli sejarah dengan masa pembangunan besar-besaran.
Dia membangun kotamenjadi lebih indah, membuat pipa air agar masyarakat ibu kota memperolah air bersih, kemudian mendirikan tembok yang kuat di sekeliling kota Kordoba dan istana.

Ad Dakhil juga membuat taman yang dinamakanAl-Rusafah di luar kawasan Kordoba, menjadikan Kordoba sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan yang paling menarik di wilayah Eropa, dan sebagai tandingan dari Baghdad yang berada di bagian Timur. (wiki)

Ingin tau lebih lanjut bagaimana ceritanya? Silahkan simak di Salam Televisi setiap Selasa, pukul 20.00 WIB.

*Siaran ulang pada :

Senin, pukul 06.00-07.00 WIB, Rabu, pukul: 06.00-07.00 WIB, Kamis, pukul 10.00-11.00 WIB, Jum'at, pukul: 11.30-12.30 WIB, Sabtu, pukul 10.00-11.00 WIB, Ahad, 13.00-14.00 WIB.

Taat Kepada Penguasa yang Tidak Menerapkan Hukum Islam

Dunia facebook masih saja hangat membahas perkara Manhaj. Bukan saya menyepelekan Manhaj, tetapi mbok ya sama sama mikir gitu... kita koar koar di dunia maya dan berpecah belah, sementara di Syam, para Mujahidin yang  darahnya sering tumpah demi bela Agama Islam juga tidak jarang terjadi perselisihan di antara Faksi Jihad di kabarkan sedang menandatangani prakarsa perdamaian Alhamdulillah.

Beberapa waktu lalu memang ada kejadian di dunia maya. Setelah seleberiti dunia maya, Sebut saja AH*T memposting video klarifikasi nya. Lebih tepatnya permintaan maaf karena video sebelumnya yang telah terlanjur viral mengatakan "Pemerintah, Monyet monyet berseragam coklat", Thogut dan semacamnya. Maka banyak yang merespon mengenai klarifikasi nya ini, ada yang pro dan juga banyak yang kontra.

Dalam menanggapi hal di atas maka Saya coba sedikit iseng, iseng membuat status seperti di bawah ini:

Beberapa bulan lalu ketika Ustadz Abdul mu'thi al Maidani Dauroh di Sampit saya bertanya ;

"Bagaimana sikap kita ketika mendapati celaan dan di labeli Murji'ah (Di sosmed) karena berusaha untuk tdk keluar dari ketaatan pemimpin yg tidak berhukum dgn Hukum islam?"

Di jawab kurang lebih begini ;

"Tetap taat, dan biar kan saja mereka begitu. Atau katakan seperti Imam Syafi'i berkata : (Jika dengan mencintai keluarga Nabi aku disebut Rafidhi (Syiah), maka saksikanlah sesungguhnya aku seorang Rafidhi)". 

Wallahu a'lam.

Maka setelah munculnya status saya di linimasa, dengan itupula muncul komentar yang ngajak debad dan respon mematahkan argumen, Seperti di bawah ini:

Eko Abu Labib Kenapa harus murjiah kalo bisa melakukan sunnah... ingatlah imam ahmad ibn hanbali bagaimana dia di penjara krna tdk mau mengikuti kesesatan penguasa..

Edy Irwanto Tdk mengikuti kesesatan bukan berarti keluar dari ketaatan.

Aditya Imam ahmad tidak taat disuruh mengatakan Al Quran Itu Makhluk

Eko Abu Labib Lah kalo diartikan kan artinya imam ahmad gak taat kpd penguasa kalo begitu, bijimane?

Edy Irwanto Justru imam ahmad taat kepada penguasa, tp tidak dalam perkara maksiat kepada allah.

Ada riwayat yg mengatakan bahwa ketika itu imam ahmad di provokasi untuk melawan penguasa (karena mengatakan alquran mahluk) tp beliau menolak tawaran tsbt.
 
Aditya Taat kepada penguasa ga mungkin ente cinta jihad dan perjuangan.

Mau jihad izin ulil amri, ga bakal dizinin ya bakal jihad.


Ormas islam dilarang, ya ga bakal ada peningkatan dakwah di negeri ini.
 
Edy Irwanto Taat disini tidak perkara kemaksiatan. Ente terlalu ber api api soub mengatakan kita tak cinta jihad dan tak marah ketika ormas di larang.
 
Edi Septriyanto Antum sdh jihad kemana akhi?  (membalas komen aditya)
 
Mustopa Afwan... Adakah ormas yang tidak ada pemimpinnya.. kalo ada ane ikut ormas tsb...

Erizal Bin Katab Ustadz salah takwil (bodoh), yg berfatwa tanpa landasan ilmu. Masa semua penguasa yg tidak berhukum dengan hukum Islam dipukul rata semua sebagai ulil amri, tanpa dirinci lagi. Apa ia tidak tahu bahwa Syaikh bin Baz aja mengkafirkan Saddam Husein yg berpaham komunis?

Muttaqinasaki Penguasa yg mengajak ke neraka apakah harus di ikuti?

Ibnu Taimiyyah intinya nunggu jadi tumbal seperti rohingya atau jadi negara kristen filifina.. 

Sebenarnya masih banyak kolom komentar yang tidak saya tulisakan disini, karena status seperti ini kerap berakhir dengan gontok-gontokan sesama aktivis Islam. 

Kamis, 26 Oktober 2017

Hijrah Saya & Konflik di Suriah

Saya ingin bercerita sedikit mengenai pengalaman pribadi beberapa tahun belakangan lalu. Awalnya saya memang sudah bosan menjalani gaya hidup yang tidak teratur. maklum, seperti anak muda kebanyakan yang pola hidupnya hedonisme - liberal.

Lalu, di tengah pencarian itu saya coba membuka wawasan keagamaan. mulai memahami Islam sedikit demi sedikit. Tentu dengan cara yang salah pada awalnya.

Ketika itu saya tengah berpacaran dengan seorang gadis, dan saya mengajak dia bercita cita untuk menikah lalu membina rumah tangga Sekuler. Seperti; "Ketika memiliki anak kelak akan kami sekolahkan di sekolah katolik favorite di kota ini", atau "membeli anjing yang bagus untuk di ajak jalan jalan ketika sore". hahaha...

Setelah itu saya banyak mencari referensi dari tulisan tulisan di internet mengenai Islam, tidak banyak yang saya jumpai, kebanyakan hanya tulisan dari Tokoh Liberal semisal Ulil Abshar Abdala dan dedengkot liberal lainnya.

Hingga suatu ketika, saya mulai memprint Poster khomeini lalu saya tempel di dinding kamar sampai pernah di tegur oleh kawan dan dia bilang begini; Kamu Syiah ya ? ya tentu saya jawab tidak. Alasan saya ketika itu, Khomeini adalah Imam Besar Iran. Penggerak revolusi islam di negara Tersebut. Dan inilah bentuk hormat saya kepada dia. Begitu dulu pikir saya.

Saya sudah lupa Artikel mana yang saya baca, ada yang ngebahas mengenai konflik di Suriah. pada tulisan inilah saya mulai tertarik untuk mencari tau isu mengenai peperangan di timur tengah itu.

Sebelumnya, saya memang sedikit tau bahwa Basyar Al Asad adalah diktator yang membunuhi rakyaknya. Hingga suatu hari saya menemukan di salah satu pinggir jalan di kota sampit ada sebuah Distro yang menjual kaos/T-shirt bertemakan Mujahidin Suriah dan Pejuang-pejuang Islam lainnya. Saya senang sekali, merasa Militan kemana mana mengenakan Kaos-kaos jihad sembari mengendarai Vespa berwarna Pink yang sudah lama saya jual.

Cerita saya ini sebenarnya masih belum berakhir, tetapi secara garis besar proses saya berhijrah memang cukup unik. Mulai dengan perasaan bosannya terhadap Hedonisme-liberal, Tertarik dengan Islam tetapi tidak tahu Ajaran Islam yang murni itu seperti apa, hingga mengetahui bahwa Basyar Al assad bukan hanya sekedar diktator tetapi juga memiliki ambisi Sektarian terhadap kaum Sunni di Suriah.

Maka dari sinilah awalnya... Saya semakin tertarik mencari kebenaran, ingin mencari referensi sebanyak banyaknya mengenai Apa itu Islam Sunni, Syiah, konflik suriah, dan kenapa Basyar Al Assad menjadi diktator d Suriah?


Insya Allah Bersambung.


yang sah secara syariat yang dibaiat oleh para sahabat dan tabi’in secara umum, termasuk tokoh-tokoh sahabat seperti Abdullah bin Abbas dan Abbdullah bin Umar radhiallahu ‘anhum.

Read more https://aslibumiayu.net/10612-kenapa-syiah-membenci-yazid-bin-muawiyah-padahal-husain-tidak-menolak-baiat-kepadanya.html